Balada Guru Caper, Media Bodoh dan Siswa Cengeng

Balada Guru Caper, Media Bodoh dan Siswa Cengeng

Balada Guru Caper, Media Bodoh dan Siswa Cengeng

Malang nian nasib Darmawati. Guru mata Agama Islam di SMA Negeri 3 Kota Parepare, Sulawesi Selatan, divonis tiga bulan penjara. Penyebabnya karena dia memarahi muridnya yang tidak menunaikan shalat.

Kasus ini berawal pada Februari 2017. Ketika itu Darmawati mendapati sekelompok siswi berkeliaran saat waktu Shalat Zuhur. Padahal sekolah telah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan pelaksanaan shalat di musholla. Melihat itu, Darmawat memarahi mereka dan memukul salah satu siswi bernama (AA).

berikut adalah cuplikan dari berita yang disadur dari wajada.net, saya pribadi sudah mulai jengan dengan kasus pemberitaan guru dipolisikan murid atau orang tua murid. Bukan karena saya merasa anak sekarang manja, justru saya malah merasa guru guru sekarang manja, cengeng dan caper ditambah media yang mengemas berita bahwa guru itu adalah Nabi yang punya sifat maksum, jadi ga bakal bisa salah. oh C’mon “Bu guru kalo cuma modal main tangan, jangan jadi guru kelas bu! jadi pelatih tinju aja!”

Setali tiga uang dengan bu Guru caper, media pun tak kalah iseng dengan mengompori dan mengemas berita seolah olah siswa siswa jaman sekarang semuanya cengeng, lemah mental, kurang ajar dan tak tahu diuntung, baru disentil dikit sudah ngadu kemana mana. Padahal jurnalisanya sendiri bego, karena cuma nginfoin yang pengen di denger orang. “Tidak mau solat murid ini pukul guru!” judul judulnya dibikin heboh. saya ga ngerti tujuan media mendewakan guru.  apa karena guru itu profesi mulia maka dikondisikan agar citra selalu baik, padahal kenyataannya banyak juga kasus imoral yang terjadi di dunia pendidikan, sebut saja korupsi yang sempat menghebohkan SMA 3 Solo. suspect adalah guru guru dan yang mengajukan hak angket adalah siswa! seperti terekam di video

Apakah mereka anak SMA cengeng? atau guru guru mereka itu ingin memberika yang terbaik? tapi sayangnya masih banyak Jurnalis bodoh yang cuma modal kata Tragis! Mengecewakan, Guru ini Malah di polisikan karena menyuruh Siswanya Solat! menurut saya sih Jurnalis yang menulis gaya seperti itu bodoh!
sebuah judul yang bagus harusnya mencantumkan informasi yang cukup kepada pembacanya sendirinya judulnya gaje. Perasaan bakal beda kalo beritanya ditulis

Menolak meminta maaf setelah memukul siswanya, Seorang guru di pare pare divonis 3 bulan penjara

ada yang bilang dipukul pakai sepatu ada yang bilang dipukul pakai mukena, yang jelas mereka bertemu di puskesmas. kalau cuma di colek doang dan ga dipukul ngapain ketemu di puskesmas, ketemu aja di ruang BK!.

seluruh rangkaian cerita tersebut diperparah dengan kelakuan siswa siswi yang manja dan tukang ngadu, dipukul pakai sepatu mukena ngadu. padahal kata dokter puskesmas gapapa. sayangnya mereka ga request visum rs. jadi penilaian dipukulnya jadi subjektif. oke gw bodoh karena gw memposisikan Darmawati ini sebagai pihak yang salah.

skip..

ulangi, siswa siswi zaman sekarang yang dianggap kebanyakan sudah kurang sopan, dan senantiasa menjawab jika guru memberikan nasihat, akan tetapi malah ngadu ke mana mana kalau dipukul. hal ini memberikan ingatan kepada kasus pelecehan seksual SMA 22 Jakarta 2013 lalu, kala itu pak Guru habis habisan terpojok dituduh melecehkan siswanya sendiri, padahal korban MA sendiri kurang lebih. yaaa berdasarkan Ghibah kaskus sih… pikir sendiri.

 

Kesimpulan: Pada akhirnya yang menang adalah mereka yang bisa main cantik, baik guru atau murid sama sama bisa salah. yang penting gurunya ga usah sombong mentang mentang guru, ga usah main tangan bisa kok kan dia yang ngasih nilai, tinggal kasih nilai aja dibawah kkm susah amat. muridnya jangan songong apa susahnya sih solat cuma 3 menit baca Qul hu, kalo emang kafir bilang aja udah pindah agama.  keduanya harus belajar konsekuen dengan keputusannya masing masing. Hindari media goblok!

About Marianas

Noobz Gamer, Coopz Programmer.
korban COBOLonisme Gundar Depok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *