Skip to content

Mariana Saragi

Mariana Saragi's

Menu
  • Home
  • Disclaimer
  • About Me
Menu

Noah dan Perahu Penyelamat yang Menggunduli Hutan: Drama Ekologis di Zaman Purba

Posted on December 2, 2024December 23, 2025 by Mariana

Ketika Tuhan memerintahkan Noah untuk membuat perahu besar demi menyelamatkan umat manusia dan hewan-hewan dari banjir besar, dunia zaman itu mungkin belum punya istilah deforestasi. Tapi coba bayangkan, jika kisah ini terjadi di era sekarang, Noah bisa jadi menghadapi lebih banyak protes dari aktivis lingkungan dibandingkan pujian sebagai penyelamat umat.

Deforestasi ala Noah
Menurut catatan kuno (atau lebih tepatnya cerita rakyat), Noah harus menebang banyak pohon untuk membuat perahu sebesar itu—cukup besar untuk menampung keluarganya, sepasang dari setiap spesies hewan, dan mungkin beberapa cadangan makanan. Jumlah kayu yang dibutuhkan tentu saja fantastis, dan dalam bayangan modern, mungkin seluruh hutan Amazon zaman purba sudah habis ditebang demi proyek ambisius ini.

Tetapi, siapa yang akan menyalahkan Noah? Dia hanya melaksanakan perintah, kan? Kalau di zaman sekarang, mungkin dia akan jadi target kampanye “Save the Trees, Stop Noah” dari Greenpeace atau dihujat di media sosial karena merusak ekosistem.

Manusia Modern dan Perahu Masa Kini
Di sisi lain, kisah ini bisa menjadi alegori satir untuk situasi modern: proyek besar yang dilakukan demi “kemanusiaan” sering kali mengorbankan alam. Apakah kita sedang mengulang sejarah dengan cara yang lebih besar dan masif? Proyek tambang, pembukaan lahan sawit, hingga pembangunan jalan tol mungkin menjadi “perahu” kita di zaman sekarang—dan hutan yang ditebang menjadi harga yang harus dibayar.

Binatang yang Protes
Jika binatang bisa berbicara, mungkin mereka akan berkata:

Singa: “Oke, kami naik ke perahu, tapi kenapa tempat tidur kami dari kayu yang dulunya rumah kami?“
Burung Hantu: “Keren sih, ada penyelamatan massal. Tapi di mana aku bertengger kalau semua pohon habis ditebang?“
Gajah: “Aku tidak tahu apa yang lebih menyeramkan, banjir besar atau Noah dengan kapaknya.“

Kisah Noah mengingatkan kita akan pentingnya menyelamatkan kehidupan, tetapi apakah itu berarti harus mengorbankan alam sepenuhnya? Dalam dunia modern, kita sering mencari solusi untuk masalah besar, tetapi bagaimana kita bisa memastikan solusi itu tidak menciptakan masalah baru?

Ga tau ah takut dosa

Share with:


Share this:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook

Like this:

Like Loading...

Related

Leave a ReplyCancel reply

Recent Posts

  • 2025: A Year of Systems, Silence, and the Speed of Sound
  • Mengelola Daya Gerak dalam Krisis – Kontrol Ruang Udara, Kapasitas Negara, dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025
  • On Inherited Stupidity, Silence, and the Right to Fail
  • 49 Tahun Satelit Palapa: Seberapa Jauh Indonesia Melangkah?
  • Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling

Recent Comments

  • Mariana on Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling
  • Mariana on Badak, Ksatria Berbaju Perang yang Menyebarkan Kehidupan

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • July 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • May 2024
  • April 2024

Categories

  • All Post
  • Field Notes
  • Policy Insight
  • Random
  • Review
  • Strategic Analysis
  • Sustainability & Ecology

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • July 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • May 2024
  • April 2024

Tulisan Terakhir

  • 2025: A Year of Systems, Silence, and the Speed of Sound January 5, 2026
  • Mengelola Daya Gerak dalam Krisis – Kontrol Ruang Udara, Kapasitas Negara, dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025 December 22, 2025
  • On Inherited Stupidity, Silence, and the Right to Fail December 19, 2025
  • 49 Tahun Satelit Palapa: Seberapa Jauh Indonesia Melangkah? July 1, 2025
  • Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling January 28, 2025

Link

Mariana's Facebook.

ga

©2026 Mariana Saragi | Built using WordPress and Responsive Blogily theme by Superb
%d