Skip to content

Mariana Saragi

Mariana Saragi's

Menu
  • Home
  • Disclaimer
  • About Me
Menu

Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling

Posted on January 28, 2025 by Mariana

Sabtu kemarin saya melakukan perpanjangan SIM melalui SIM Keliling. SIM keliling ini merupakan layanan dari polri untuk mempermudah proses perpanjangan SIM.

sebenarnya saya sudah pernah mencoba perpanjang SIM lewat aplikasi KORLANTAS POLRI, namun ada kendala yang menyebabkan saya harus ke SATPAS (Satuan Penyelenggaraan Administrasi) untuk melakukan perpanjangan SIM. singkat cerita, karena SIM (Surat Izin Mengemudi) saya habis di tanggal 1 Februari 2025 (tahun ini), dan sejak satu bulan lalu, saya coba melakukan perpanjangan lewat aplikasi selalu gagal maka saya inisiatif untuk mencari SIM Keliling di sekitar saya.

Mobil SIM Keliling biasanya berbentuk BUS atau minibus

di Januari ini saya menemukan kalau jadwal SIM Keliling di Bogor hari sabtu itu dua hari, pagi dan sore. karena pagi hari saya sangat malas dan bermain DotA segame lagi segame lagi tau tau sudah pukul 3 sore maka saya datang di sore hari. letaknya ada di McD Sukahati Cibinong. saya sampai sekitar pukul 3:40, selepas saya parkir, tidak lama bus SIM Keliling pun sampai. Pak Polisi yang tampan dan soft spoken tersebut menjelaskan apa apa saja yang dibutuhkan, dan menginfokan alur pendaftarannya.

Sebelumnya saya sudah menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, diantaranya

  1. Hasil Psikotes (karena saya sempat coba online jadi hasilnya saya print out sendiri supaya tidak bayar lagi)
  2. Foto copy KTP (3 lembar) apesnya saya cuma bawa 1
  3. Foto copy SIM (1 lembar)
  4. SIM lama nya

nah karena saya cuma bawa 1 FC KTP dan SIM maka saya harus ke tempat foto kopi untuk print lembaran sisanya. jadi saya cus aja nyari foto kopian.

setelah foto kopiannya lengkap saya menuju ke tempat pendaftaran ada 2 orang petugas perempuan softspoken dan murah senyum disana yang menerima SIM, FC KTP dan FC SIM. setelah mendaftar saya diminta antri untuk nantinya dipanggil sesuai antrian kedatangan.

—- ngantri dulu walaupun aslinya bisa jajan es krim dulu—-

Strawberry Sundae | McDonald's Indonesia

Jajan dulu ceritanya

setelah namanya dipanggil, petugas mengkonfirmasi data diri, tinggi dan berat, pekerjaan, golongan darah dan data data diri lainnya, saya juga mencatat nomor hape saya di fc ktp yang tadi diambil si ibu (atau teteh teteh karena tampak young)nya. lalu dicek tensi dan kesehatannya (sebagaimana persyaratan sim pada umumnya) hasil psikotest nya juga diminta oleh ibu ibu petugas nya. Setelahnya saya diminta ttd dokumen pengajuan perpanjang SIM dan juga membayar administrasi pembuatan SIM. total yang harus dibayar adalah 135ribuv dengan rincian (80rb perpanjang SIM A nya 55rb tes kesehatannya) saya lebih hemat soalnya psikotes nya udah bawa sendiri. FYI ini harus cash ya ga bisa QRIS atau transfer.

setelah dari si teteh teteh tadi saya dikasih satu rangkap dokumen yang udah di steples sama petugasnya engga nyimak aku dokumennya tapi kalo ga salah formulir pengajuan, fc ktp, fc sim, sim lama, hasil psikotes, hasil kesehatan. dokumen ini di bawa ke bus sim keliling.

—-menuju bus sim keliling—-

Ilustrasi layanan SIM Keliling
kurang lebih kek begini penampakana bus nya yang sudah ada bangku plastiknya

disini sudah ada petugas suspicious yang sudah siaga dengan segeplok amplop warna biru. saya menyerahkan dokumen saya ke yang bersangkutan, lalu yang bersangkutan menginfokan kalau harus pakai map warna biru dan bayar 10ribu untuk selembar map nya. saya sempet tanya ke si petugas sus nya

gw: “ini mapnya harus warna biru? karena tadi saya bawa map kuning“
petugas Sus: “ibu bikinnya SIM apa?“
gw: “SIM A“
petugas Sus: “kalo kuning untuk truk!“

sungguh membagongkan, karena semua yang antri, pakai map dari dia semua (satu warna: warna biru) padahal ada yang bikin SIM C juga, lha kok warna biru!. ternyata aku tergocek! dasar petugas sus.

—-long story short disuruh antri lagi —-

Antrian Online dengan Mobile Apps Kesia Memudahkan Pasien Rumah Sakit –  Kesia
ilustrasi ngantri sambil duduk dan main hape

antri yang ini jangan sambil jajan soalnya didalam foto doang, takutnya kelewat. jadi diurutkan berdasarkan kedatangan FIFO (First in First Out) nanti duduk di bangku plastik itu. dua orang masuk satu orang keluar, kurleb gitu. saya giliran ke 7.

tibalah giliran saya ..

..

..

orang sebelum saya di konfirmasi data nya sama pak polisi ganteng, soft spoken yang ternyata suaranya kek penyiar radio, mungkin pak polisi ini abang abang batak yang bagian tim tim nyanyi kalo ada acara di HKBP soalnya ku liat name tag nya ada marga bataknya.

sat set sat set giliran saya lah di konfirmasi data dirinya dan di foto

setelah selesai sayapun keluar bus sim keliling.

disini saya makan dulu ke McD.. setelah agak lama baru saya balik ke petugas map yang sus tadi ambil SIM lalu ciao bella pulang kerumah.

salah satu alasan saya males bikin SIM Offline adalah fotonya ga bisa milih

begitulah kurang lebih pengalaman saya perpanjang SIM secara Offlane melalui SIM Keliling.

pelayanan ini sangat mudah dan cepat, semuanya sempurna kecuali map selembar warna biru yang harganya 10ribu. pelayanan SIM Kelilingnya udah sempurna. petugas ramah, komunikatif dan jauh dari streotyping negatif polisi yang berkembang di aplikasi X. SIM jadi ga sampai 1 jam ga pakai pungli, ga pakai nembak ga pakai salam tempel. minusnya cuma satu doang. Map biru selembar harganya 10 rebu, soalnya warna kuning buat SIM B (Truk).

Bagaimana para pembaca, ada yang punya pengalaman dilayani melalui SIM Keliling? kalian lebih suka lewat aplikasi Korlantas secara online atau memanfaatkan SIM Keliling?

Credit gambar:

  1. foto bus sim keliling 1
  2. sundae McD
  3. foto bus sim keliling 2
  4. gambar bus sim keliling
  5. gambar orang antri
  6. gambar sim – punya sendiri dong

Share with:


Share this:

  • Click to share on X (Opens in new window) X
  • Click to share on Facebook (Opens in new window) Facebook

Like this:

Like Loading...

Related

1 thought on “Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling”

  1. Mariana says:
    January 28, 2025 at 6:32 am

    tes

    Reply

Leave a ReplyCancel reply

Recent Posts

  • 2025: A Year of Systems, Silence, and the Speed of Sound
  • Mengelola Daya Gerak dalam Krisis – Kontrol Ruang Udara, Kapasitas Negara, dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025
  • On Inherited Stupidity, Silence, and the Right to Fail
  • 49 Tahun Satelit Palapa: Seberapa Jauh Indonesia Melangkah?
  • Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling

Recent Comments

  • Mariana on Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling
  • Mariana on Badak, Ksatria Berbaju Perang yang Menyebarkan Kehidupan

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • July 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • May 2024
  • April 2024

Categories

  • All Post
  • Field Notes
  • Policy Insight
  • Random
  • Review
  • Strategic Analysis
  • Sustainability & Ecology

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • July 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • May 2024
  • April 2024

Tulisan Terakhir

  • 2025: A Year of Systems, Silence, and the Speed of Sound January 5, 2026
  • Mengelola Daya Gerak dalam Krisis – Kontrol Ruang Udara, Kapasitas Negara, dan Pelajaran dari Banjir Sumatra 2025 December 22, 2025
  • On Inherited Stupidity, Silence, and the Right to Fail December 19, 2025
  • 49 Tahun Satelit Palapa: Seberapa Jauh Indonesia Melangkah? July 1, 2025
  • Pengalaman Perpanjang SIM lewat Sim Keliling January 28, 2025

Link

Mariana's Facebook.

ga

©2026 Mariana Saragi | Built using WordPress and Responsive Blogily theme by Superb
 

Loading Comments...
 

    %d